Umur Panjang, Pahala Berdatangan
google-site-verification=r1oXWUG8BykEJf5QR-Yde56D33oztPezlre9MoeRNwk
Sebuah lembaga inspirasi, Sejuta Motivasi Islam untuk Anak Negeri; Berbagi Motivasi Islam dan Inspirasi kepada Anak Bangsa, ciptakan inovasi, akhlak mulia, berkarakter, kisah dan cerita motivasi islam singkat dan penuh kisah inspiratif untuk memotivasi anda menjadi pribadi bijaksana dan sukses hebat.
AMALAN
SAAT TERJADI GERHANA
(Bulan atau Matahari)
Oleh
Anwar, M. Pd
Apa yang harus dilakukan ketika terjadi gerhana
(Matahari atau Bulan)?
********************************
Amalan yang dapat dilakukan ketika terjadi
gerhana matahari atau bulan adalah dengan melakukan sebagai berikut:
1.
Shalat dua rakaat,
2.
Khutbah,
3.
Perbanyaklah dzikir,
4.
istighfar,
5.
takbir,
6.
sedekah
7.
dan bentuk ketaatan lainnya.
Sebagaimana dalam sebuah hadits yang penulis
kutip. Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda:
حَدَّثَنَا
عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ عَنْ مَالِكٍ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ
عَنْ عَائِشَةَ أَنَّهَا قَالَتْ خَسَفَتْ الشَّمْسُ فِي عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَصَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
بِالنَّاسِ فَقَامَ فَأَطَالَ الْقِيَامَ ثُمَّ رَكَعَ فَأَطَالَ الرُّكُوعَ ثُمَّ
قَامَ فَأَطَالَ الْقِيَامَ وَهُوَ دُونَ الْقِيَامِ الْأَوَّلِ ثُمَّ رَكَعَ فَأَطَالَ
الرُّكُوعَ وَهُوَ دُونَ الرُّكُوعِ الْأَوَّلِ ثُمَّ سَجَدَ فَأَطَالَ السُّجُودَ
ثُمَّ فَعَلَ فِي الرَّكْعَةِ الثَّانِيَةِ مِثْلَ مَا فَعَلَ فِي الْأُولَى ثُمَّ
انْصَرَفَ وَقَدْ انْجَلَتْ الشَّمْسُ فَخَطَبَ النَّاسَ فَحَمِدَ اللَّهَ وَأَثْنَى
عَلَيْهِ ثُمَّ قَالَ إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَا
يَخْسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا
اللَّهَ وَكَبِّرُوا وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا ثُمَّ قَالَ يَا أُمَّةَ مُحَمَّدٍ وَاللَّهِ
مَا مِنْ أَحَدٍ أَغْيَرُ مِنْ اللَّهِ أَنْ يَزْنِيَ عَبْدُهُ أَوْ تَزْنِيَ أَمَتُهُ
يَا أُمَّةَ مُحَمَّدٍ وَاللَّهِ لَوْ تَعْلَمُونَ مَا أَعْلَمُ لَضَحِكْتُمْ قَلِيلًا
وَلبَكَيْتُمْ كَثِيرًا
Telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin
Maslamah dari Malik dari Hisyam bin 'Urwah dari Bapaknya dari 'Aisyah
bahwasanya dia berkata, "Pernah terjadi gerhana matahari pada zaman
Rasulullah ﷺ. Rasulullah ﷺ lalu mendirikan shalat bersama orang banyak. Beliau berdiri
dalam shalatnya dengan memanjangkan lama berdirinya, kemudian rukuk dengan
memanjangkan rukuknya, kemudian berdiri dengan memanjangkan lama berdirinya,
namun tidak selama yang pertama. Kemudian beliau rukuk dan memanjangkan lama
rukuknya, namun tidak selama rukuknya yang pertama. Kemudian beliau sujud
dengan memanjangkan lama sujudnya, beliau kemudian mengerjakan rakaat kedua
seperti pada rakaat yang pertama. Saat beliau selesai melaksanakan shalat,
matahari telah nampak kembali. Kemudian beliau menyampaikan khutbah kepada
orang banyak, beliau memulai khutbahnya dengan memuji Allah dan
mengangungkan-Nya, lalu bersabda, "Sesungguhnya matahari dan bulan adalah
dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah, dan tidak akan mengalami gerhana
disebabkan karena mati atau hidupnya seseorang. Jika kalian melihat gerhana,
maka banyaklah berdoa kepada Allah, bertakbirlah, dirikan shalat dan
bersedekahlah." Kemudian beliau meneruskan sabdanya, "Wahai umat
Muhammad! Demi Allah, tidak ada yang melebihi kecemburuan Allah kecuali saat
Dia melihat hamba laki-laki atau hamba perempuan-Nya berzina. Wahai umat
Muhammad! Demi Allah, seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui,
niscaya kalian akan sedikit tertawa dan lebih banyak menangis."
(HR.
Bukhari No 1044)
********************************
1.
Mendirikan
Shalat Sunnah Dua Rakaat
Adapun tatacara pelakassanaan shalat gerhana
bulan dan matahari adalah sebagai berikut:
1.
Membaca Niat dalam hati
أُصَلِّي
سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامً لله تَعَالَى
"Ushalli sunnatal khusuf rak'ataini imaman
lillahi ta'ala."
Artinya: "Saya salat sunah gerhana bulan
dua rakaat sebagai imam karena Allah SWT.”
2.
Kemudian Melaksanakan shalat, dengan melakukan
pada rakaat pertama sebagai berikut:
3.
Setelah selesai pada rakaat pertama maka
kemudian bangkit berdiri untuk melaksanakan rakaat ke dua dengan melakukan
sebagai berikut
2.
Khutbah
Setelah selesai shalat maka kemudian, imam
beridir untuk menyampaikan khutbah. “Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua
tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena
kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat hal tersebut maka
berdo’alah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah shalat dan bersedekahlah.” Nabi
selanjutnya bersabda,
“Wahai
umat Muhammad, demi Allah, tidak ada seorang pun yang lebih cemburu daripada
Allah karena ada seorang hamba baik laki-laki maupun perempuan yang berzina.
Wahai Umat Muhammad, demi Allah, jika kalian mengetahui yang aku ketahui,
niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis.” (HR. Bukhari, no.
1044)
Khutbah
yang dilakukan adalah dua kali khutbah sebagaimana pada Khutbah Jumat dan
Khutbah Ied. (Kifayatul Akhyar, hal. 202).
Wallahu’alamu
Bisshawaf
Berezen
********************************
Takengon, 24 Mei 2021
Penyuluh Agama Islam Non-PNS
Anwar, M. Pd
Comments
Post a Comment