Umur Panjang, Pahala Berdatangan

Image
Umur Panjang, Pahala Berdatangan Prof. Dr. Ridwan Nurdin, MCL Allah memberikan kepada manusia umur yang rata-rata berkisar 70 hingga 90 tahun. Maka, yang terpenting bukan panjangnya usia, tetapi bagaimana kita mengisinya dengan kualitas dan kebaikan . Prof. Ridwan mengingatkan bahwa setiap kita perlu mempersiapkan hal hal berikut: 1. M enciptakan cerita hidup yang baik , sebagaimana kisah Tgk. Yusuf yang diceritakan oleh Bupati Aceh Tengah. Dia memiliki kenangan di Kelupak Mata ini. Sehingga ia masih di kenang.  Seseorang yang hidupnya penuh nilai dan teladan akan terus dikenang bahkan setelah ia meninggal dunia. Kisah-kisah kebaikan orang-orang terdahulu masih kita ceritakan hingga hari ini—misalnya kaum Anshar yang membantu kaum Muhajirin. Begitu besarnya pahala bagi mereka yang kebaikannya terus disebut meski telah tiada. 2. Menguatkan Kebersamaan Kebersamaan lahir dari hati yang baik. Hati yang bersih akan memanjangkan umur melalui silaturrahim yang erat . Ketika hati te...

Nasihat Mah Kero Opat Ingi


Mah Kero Opat Ingi
Oleh
Anwar Razu, M. Pd.

Dalam adat gayo ada sebuah adat istiadat yang disebut Mah Kero Opat Ingi. Adat ini bertujuan untuk merekatkan hubungan antara keluarga suami dan istri. Keluarga suami akan diperkenalkan kepada seluruh keluarga isteri. Begitu sebaliknya dengan keluarga isteri akan diperkanalkan kepada keluarga suami. Istilah ini juga disebut "Ume Berume" atau Besanan.

Istilah-istilah dalam adat gayo begitu banyak mengenai kegiatan pernikahan. Diantaranya seperti yang penulis kutip dari nasihat seorang tokoh agama asal Kampung Ie Relop. Tgk Erudin. Beliau menjelaskan ada empat penggunaan kata dalam istilah gayo. Yaitu:

1. Melakang = mungente, kegiatan ini merupakan sebuah adat dalam meminang.
2. Melepeh = mah bai, Kegiatan ini merupakan sebuah adat untuk mengantarkan mempelai laki-laki untuk di akad nikah kan.
3. Mulagang = jule beru, kegiatan ini merupakan sebuah adat untuk mengantar perempuan setelah akad nikah ke rumah mempelai laki-laki.
4. Mutetos = mah kero opat ingi, kegiatan ini merupakan sebuah adat untuk memperkenalkan masing-masing keluarga antara keluarga suami dan keluarga isteri.

Tgk. Erudin. memberikan sebuah istilah kata-kata "Ume" atau lebih dikenal dengan Besan. dalam mah kero opat ingi. Sebagi berikut:


UME

U = Urum-urum . Artinya bersama-sama, yaitu bersama-sama antara keluarga suami dan keluarga isteri

M  = Munetah, memperbaiki atau membangun.


E = Ekonomi, kebutuhan sandang dan pangan keluarga.

Dengan demikian ume artinya Artinya sama-sama antar satu keluarga dengan keluarga lainnya membangun ekonomi anak yang baru bekeluarga.

Sedangkan yang harus diciptakan setelah pernikahan adalah 3 B, yaitu:

3B yaitu (Bersikekunen, Bersikekirinen, dan Bersientong-entongen)
Bersikekune keberen
artinya saling menanyai kabar masing-masing diantara keluarga. Misalnya, ketika pasangan pengantin berada di tempat orang tua si perempuan, maka keluarga perempuan menanyai tentang kabar orang tua si laki-laki.


Bersikekirimen, artinya antara keluarga suami isteri saling mengirimkan makanan, sayur, dan lain sebagainya.


Bersintong-tongen, artinya saling bersilaturrahim antara keluaraga suami dan isteri.

Itulah sekilas tentang nasihat perkawinan didalam mah kero opat ingi.

Nasihat  ama kol Tgk. Erudin, Ie Relop, Kec. Pegasing. Kab. Aceh Tengah.

....................................................................................

Berizin,

Anwar Razu, M. Pd.


Comments

Popular posts from this blog

Berita Bohong

Sinergi Dakwah dan Kepedulian Sosial untuk Generasi yang Lebih Baik

Umur Panjang, Pahala Berdatangan