Umur Panjang, Pahala Berdatangan

Image
Umur Panjang, Pahala Berdatangan Prof. Dr. Ridwan Nurdin, MCL Allah memberikan kepada manusia umur yang rata-rata berkisar 70 hingga 90 tahun. Maka, yang terpenting bukan panjangnya usia, tetapi bagaimana kita mengisinya dengan kualitas dan kebaikan . Prof. Ridwan mengingatkan bahwa setiap kita perlu mempersiapkan hal hal berikut: 1. M enciptakan cerita hidup yang baik , sebagaimana kisah Tgk. Yusuf yang diceritakan oleh Bupati Aceh Tengah. Dia memiliki kenangan di Kelupak Mata ini. Sehingga ia masih di kenang.  Seseorang yang hidupnya penuh nilai dan teladan akan terus dikenang bahkan setelah ia meninggal dunia. Kisah-kisah kebaikan orang-orang terdahulu masih kita ceritakan hingga hari ini—misalnya kaum Anshar yang membantu kaum Muhajirin. Begitu besarnya pahala bagi mereka yang kebaikannya terus disebut meski telah tiada. 2. Menguatkan Kebersamaan Kebersamaan lahir dari hati yang baik. Hati yang bersih akan memanjangkan umur melalui silaturrahim yang erat . Ketika hati te...

Berita Bohong

Berita bohong kerap menjadi berita yang penuh sensasi. Menjadi kehangatan untuk diperbincangkan. Tidak hanya lawan bicar yang mesoalkan, kerap teman dekat juga akan menjatuhkan. Di dalam Al Quran Allah SWT banyak menjelaskan tentang berita bohong. Allah SWT menyinggung tentang siapa pembawa berita bohong, pencinta berita bohong, penebar berita bohong, sikap saat mendengar berita bohong, dan adzab penyiar berita bohong. 

1. Siapa Pembawa Berita Bohong? 

Di dalam Al Quran disebutkan bahwa pembawa berita bohong antara lain orang fasik, teman dekat, orang munafik dan yahudi. 

Orang Fasik adalah orang yang kerap terhadap kerusakan atau orang yang keluar dari kemaksiatan. Menurut imam Imam Al-Ghazali dalam karyanya, Kitab Mukasyafatul Qulub, menyebutkan pengertian fasik yang sering kita temukan dan kita dengar ketika orang membaca Al-Qur’an. Menurutnya, fasik adalah orang yang berbuat durhaka, melanggar janji, serta keluar dari jalan hidayah, rahmat, dan ampunan-Nya.

Nah, orang yang Fasik suka menebar berita bohong tanpa meneliti (tabayun). Allah Swt. memerintahkan (kaum mukmin) untuk memeriksa dengan teliti berita dari orang fasik, dan hendaklah mereka bersikap hati-hati dalam menerimanya dan jangan menerimanya dengan begitu saja, yang akibatnya akan membalikkan kenyataan. Orang yang menerima dengan begitu saja berita darinya, berarti sama dengan mengikuti jejaknya. Sedangkan Allah Swt. telah melarang kaum mukmin mengikuti jalan orang-orang yang rusak.

Allah SWT berfirman

 يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِن جَآءَكُمۡ فَاسِقُۢ بِنَبَإٖ فَتَبَيَّنُوٓاْ أَن تُصِيبُواْ قَوۡمَۢا بِجَهَٰلَةٖ فَتُصۡبِحُواْ عَلَىٰ مَا فَعَلۡتُمۡ نَٰدِمِينَ

Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu.

[Surat Al-Hujurat: 6]

Pembawa berita bohong itu adalah teman sendiri atau orang yangbergaul bersama, ngeteh dan ngopi bahkan teman dekat yang sudah mengetahui tentang perkara tersebut. 

Kisah Aisyah ra. Adalah sebuah kisah yang sangat memprihatinkan, Asiyah dan Rasulullah pun di Fitnah dari kalangan umat islam itu sendiri. 

Ayat ini hingga sembilan ayat berikutnya yang jumlah seluruhnya adalah sepuluh ayat diturunkan berkenaan dengan Siti Aisyah Ummul Mukminin r.a. ketika ia dituduh berbuat serong oleh sejumlah orang yang menyiarkan berita bohong dari kalangan orang-orang munafik, padahal berita yang mereka siarkan itu bohong dan dusta belaka serta buat-buatan mereka sendiri. Peristiwa tersebut membuat Allah cemburu (murka) demi Siti Aisyah dan Nabi-Nya. Maka Allah Swt. menurunkan wahyu yang membersihkan kehormatan Siti Aisyah demi memelihara kehormatan Rasulullah Saw. Untuk itu Allah Swt. berfirman:

 إِنَّ ٱلَّذِينَ جَآءُو بِٱلۡإِفۡكِ عُصۡبَةٞ مِّنكُمۡۚ لَا تَحۡسَبُوهُ شَرّٗا لَّكُمۖ بَلۡ هُوَ خَيۡرٞ لَّكُمۡۚ لِكُلِّ ٱمۡرِيٕٖ مِّنۡهُم مَّا ٱكۡتَسَبَ مِنَ ٱلۡإِثۡمِۚ وَٱلَّذِي تَوَلَّىٰ كِبۡرَهُۥ مِنۡهُمۡ لَهُۥ عَذَابٌ عَظِيمٞ 

Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu (juga). Janganlah kamu mengira berita itu buruk bagi kamu bahkan itu baik bagi kamu. Setiap orang dari mereka akan mendapat balasan dari dosa yang diperbuatnya. Dan barang siapa di antara mereka yang mengambil bagian terbesar (dari dosa yang diperbuatnya), dia mendapat azab yang besar (pula).

 [Surat An-Nur: 11]


2. Siapa yang suka mendengar berita Bohong ?

Orang suka mendengar berita bohong adalah orang yang senang dengan yang haram. Kerap, para penebabar berita bohong menjadikan berita tersebut untuk menekan korbannya dengan meminta uang. 

Dalam Tafsir Ibnu Katsir di jelaskan Yakni suka memakan hal yang haram, yaitu suap, seperti apa yang dikatakan oleh Ibnu Mas'ud dan lain-lainnya yang bukan hanya seorang dalam takwil ayat ini. Dengan kata lain, orang yang bersifat demikian mana mungkin hatinya dibersihkan oleh Allah, dan mana mungkin diperkenankan baginya.

 سَمَّٰعُونَ لِلۡكَذِبِ أَكَّٰلُونَ لِلسُّحۡتِۚ فَإِن جَآءُوكَ فَٱحۡكُم بَيۡنَهُمۡ أَوۡ أَعۡرِضۡ عَنۡهُمۡۖ وَإِن تُعۡرِضۡ عَنۡهُمۡ فَلَن يَضُرُّوكَ شَيۡـٔٗاۖ وَإِنۡ  حَكَمۡتَ فَٱحۡكُم بَيۡنَهُم بِٱلۡقِسۡطِۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلۡمُقۡسِطِينَ

Mereka sangat suka mendengar berita bohong, banyak memakan (makanan) yang haram.Jika mereka (orang Yahudi) datang kepadamu (Muhammad untuk meminta putusan), maka berilah putusan di antara mereka atau berpalinglah dari mereka, dan jika engkau berpaling dari mereka maka mereka tidak akan membahayakanmu sedikit pun. Tetapi jika engkau memutuskan (perkara mereka), maka putuskanlah dengan adil. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang adil.

[Surat Al-Ma'idah: 42]

Orang Munafik dan yahudi adalah orang yang suka memutar balikan fakta dan menebar berita bohong. Mereka kerap dengan membuat berita untuk sensasi mengharap untung dan membuat kerugian kepada orang lain. 

 ۞يَٰٓأَيُّهَا ٱلرَّسُولُ لَا يَحۡزُنكَ ٱلَّذِينَ يُسَٰرِعُونَ فِي ٱلۡكُفۡرِ مِنَ ٱلَّذِينَ قَالُوٓاْ ءَامَنَّا بِأَفۡوَٰهِهِمۡ وَلَمۡ تُؤۡمِن قُلُوبُهُمۡۛ وَمِنَ ٱلَّذِينَ هَادُواْۛ سَمَّٰعُونَ لِلۡكَذِبِ سَمَّٰعُونَ لِقَوۡمٍ ءَاخَرِينَ لَمۡ يَأۡتُوكَۖ يُحَرِّفُونَ ٱلۡكَلِمَ مِنۢ بَعۡدِ مَوَاضِعِهِۦۖ يَقُولُونَ إِنۡ أُوتِيتُمۡ هَٰذَا فَخُذُوهُ وَإِن لَّمۡ تُؤۡتَوۡهُ فَٱحۡذَرُواْۚ وَمَن يُرِدِ ٱللَّهُ فِتۡنَتَهُۥ فَلَن تَمۡلِكَ لَهُۥ مِنَ ٱللَّهِ شَيۡـًٔاۚ أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ لَمۡ يُرِدِ ٱللَّهُ أَن يُطَهِّرَ قُلُوبَهُمۡۚ لَهُمۡ فِي ٱلدُّنۡيَا خِزۡيٞۖ وَلَهُمۡ فِي ٱلۡأٓخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٞ 

Wahai Rasul (Muhammad)! Janganlah engkau disedihkan karena mereka berlomba-lomba dalam kekafirannya. Yaitu orang-orang (munafik) yang mengatakan dengan muLuṭ mereka, “Kami telah beriman,” padahal hati mereka belum beriman, dan juga orang-orang Yahudi yang sangat suka mendengar (berita-berita) bohongdan sangat suka mendengar (perkataan-perkataan) orang lain yang belum pernah datang kepadamu.*Mereka mengubah kata-kata (Taurat) dari makna yang sebenarnya. Mereka mengatakan, “Jika ini yang diberikan kepadamu (yang sudah diubah) terimalah, dan jika kamu diberi yang bukan ini, maka hati-hatilah.” Barang siapa dikehendaki Allah untuk dibiarkan sesat, sedikit pun engkau tidak akan mampu menolak sesuatu pun dari Allah (untuk menolongnya). Mereka itu adalah orang-orang yang sudah tidak dikehendaki Allah untuk menyucikan hati mereka. Di dunia mereka mendapat kehinaan dan di akhirat akan mendapat azab yang besar. 

[Surat Al-Ma'idah: 41]


3. Sikap saat menerima berita! 

Sikap seorang mukmin yang baik adalah dengan memeriksa bukti berita tersebut melalui dialog atau menanyakan terkait berita yang di dapatkan. Tidak menghujat atau menebat berita dengan  mudah. Ia menjadikan dirinya sebagai pentabayun dengan meneliti berita yang tersebar. 

Allah SWT berfirman

{ لَّوۡلَآ إِذۡ سَمِعۡتُمُوهُ ظَنَّ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ وَٱلۡمُؤۡمِنَٰتُ بِأَنفُسِهِمۡ خَيۡرٗا وَقَالُواْ هَٰذَآ إِفۡكٞ مُّبِينٞ }

Mengapa orang-orang mukmin dan mukminat tidak berbaik sangka terhadap diri mereka sendiri, ketika kamu mendengar berita bohong itu dan berkata, "Ini adalah (suatu berita) bohong yang nyata.”

[Surat An-Nur: 12]


4. Hukuman bagi pelaku berita bohong

Apakah Allah tinggal diam dari berita bohong? Tentu saja tidak, hal ini karena dampak dari berita bohong itu sangat banyak diantaranya dampak berita bohong adalah kerusakan, kedengkian dapermusuhan dan samapai pada pembunuhan. Oleh karena itu Allah SWT mengancam bagi pelaku yang ingin berita bohong tersiar dengan ancaman adzab yang pedih. Allah SWT berfirman. 

{ إِنَّ ٱلَّذِينَ يُحِبُّونَ أَن تَشِيعَ ٱلۡفَٰحِشَةُ فِي ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَهُمۡ عَذَابٌ أَلِيمٞ فِي ٱلدُّنۡيَا وَٱلۡأٓخِرَةِۚ وَٱللَّهُ يَعۡلَمُ وَأَنتُمۡ لَا تَعۡلَمُونَ }

[Surat An-Nur: 19]

Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar perbuatan yang sangat keji itu (berita bohong) tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, mereka mendapat azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

Semoga bermakna tulisan kecil ini
Anwar Razu
@anwarrazu

Comments

Popular posts from this blog

Sinergi Dakwah dan Kepedulian Sosial untuk Generasi yang Lebih Baik

Umur Panjang, Pahala Berdatangan